Monday, 18 July 2016

Kali ini kita akan membahas tentang Pengertian dan Contoh Konduksi, Konveksi, dan Radiasi. Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.

Pengertian dan Contoh Konduksi, Konveksi, dan Radiasi

Hai kawan, kali ini kita akan membahas tentang pengertian dan contoh konduksi, konveksi, dan radiasi. Sebelum itu apa kalian tau konduksi, konveksi, dan radiasi termasuk perpindahan kalor. Dan apa itu kalor ? Kalor adalah salah satu bentuk energi yang dapat diterima / dilepaskan oleh suatu benda. Kalor juga dapat berpindah karena adanya perbedaan suhu. Kalor berpindah dari benda yang suhunya tinggi ke benda suhunya rendah. Contohnya saat sedang memasak, api yang mengenai bagian dasar panci akan meyebar ke seluruh bagian permukaan panci dan bahan makanan yang ada didalamnya. Kalor dibagi menjadi tiga jenis yaitu :




A. Konduksi
Konduksi merupakan salah satu cara perpindahan kalor melalui suatu perantara zat tanpa disertai perpindahan bagian bagian dari zat tersebut. Contohnya, ketika kita memanaskan logam pada salah satu ujungnya, maka lambat laun ujung lainnya juga ikut panas karena adanya perpindahan kalor melalui logam tersebut. Kemampuan zat atau benda dalam menghantarkan kalor juga berbeda beda. Oleh karena itu, kemampuan benda benda dalam menghantarkan kalor dibedakan menjadi dua jenis yaitu, konduktor dan isolator. Konduktor adalah benda yang mudah mengantarakan kalor. Contoh konduktor tembaga, besi, alumunium, dan sejenisnya. Sedangkan isolator adalah benda yang sukar menghantarkan kalor. Contoh isolator adalah kayu, karet, plastik, dan sejenisnya.

B. Konveksi
Konveksi adalah salah satu cara perpindahan kalor melalui suatu zat disertai oleh perpindahan zat tersebut. Perpindahan kalor secara konveksi hanya bisa terjadi padaa zat cair dan zat gas (fluida). Konveksi tak bisa terjad pada zat  padat, karena tidak ada difusi yang dapat terjadi pada benda padat. Perpindahan kalor secara konveksi dinamakan juga aliran panas, karena bagian bagian zat itu terus mengalir selama pemanasan. Contohnyaperpindahan kalor melalui air yang dipanaskan. Ketika air dipanaskan, maka bagian air panas akan berkurang massa jenisnya, sehingga akan naik ke permukaan.

Perpindahan kalor secara konveksi juga terjadi pada zat gas, misalnya adanya yang dinamakan angin darat dan angin laut. Angin laut terjadi pada siang hari. Air lebih lambat menyerap panas dari tanah, sehingga pada siang hari udara diatas lautan lebih dingin daripada udara di atas daratan. Akibatnya massa jenis udara diatas daratan lebih kecil. Oleh karena itu udara di atas daratan akan naik dan tempatnya tergantikan oleh udara diatas lautan, sehingga terjadi aliran angin dari laut ke darat dinamakan angin laut. Sedangkan angin darat terjadi pada malam hari. Udara di atas daratan lebih cepat dingin dibandingkan udara di atas lautan, sehingga udara di atas lautan akan naik dan tempatnya diisi oleh udara di atas daratan, dan terjadilah aliran angin dari darat ke laut yang dinamakan angin darat.

C. Radiasi
Pengertian radiasi adalah perpindahan kalor tanpa memerlukan zat perantara. Contoh perpindahan kalor secara radiasi adalah hangatnya tubuh anda ketika berada di dekat tungku api dan perpindahan kalor dari matahari menuju bumi.


Terima kasih telah berkunjung. Dukung terus ipa-gampang.blogspot.co.id




Friday, 8 April 2016

Kali ini kita akan membahas tentang Pengertian dan Jenis Jenis Bioteknologi. Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.

Pengertian dan Jenis Jenis Bioteknologi

Bioteknologi ialah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup seperti bakteri, fungi, virus, dan lain-lain maupun produk dari makhluk hidup seperti enzim, alkohol, dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa yang bermanfaat bagi manusia. Bioteknologi berasal dari dua kata yaitu bio yang artinya hidup dan teknologi. Pada umumnya makhluk hidup yang dimanfaatkan dalam proses bioteknologi berupa mikroorganisme. Kegunaan Bioteknologi bermacam-macam contohnya bahan bakar alternatif, membuat makanan hewan, membuat antibodi, mengolah limbah, membuat bahan bakar baru, membuat roti, dan lain lain.





Bioteknologi secara sederhana sudah dikenal oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Contohnya di bidang teknologi pangan adalah pembuatan bir, roti, maupun keju yang sudah dikenal sejak abad ke-19, pemuliaan tanaman untuk menghasilkan varietas-varietas baru di bidang pertanian, serta pemuliaan dan reproduksi hewan. Ada pula dibidang medis, penerapan bioteknologi pada masa lalu dibuktikan antara lain dengan penemuan vaksin, antibiotik, dan insulin walaupun masih dalam jumlah yang terbatas akibat proses fermentasi yang tidak sempurna. Berdasarkan tingkat kerumitannya bioteknologi di bagi menjadi dua jenis yaitu bioteknologi konvesional dan bioteknologi modern.
 
Bioteknologi Konvensional

Bioteknologi konvensional biasa juga disebut bioteknologi sederhana karena teknologi pembuatannya yang masih cukup sederhana. Bioteknologi konvensional adalah bioteknologi yang menggunakan mikroorganisme sebagai alat untuk menghasilkan produk dan jasa, misalnya jamur dan bakteri yang menghasilkan enzim-enzim tertentu untuk melakukan metabolisme sehingga diperoleh produk yang diinginkan.

Produk makanan hasil penerapan Bioteknologi Konvensional

1.Yoghurt, merupakan hasil fermentasi susu menggunakan bantuan bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus.
2. Keju, merupakan produk yang dibuat dari susu yang diasamkan dengan memanfaatkan bakteri asam laktat, misal Lactobacilluscasei dan Streptococcus thrmophillus.
3. Mentega, merupakan produk yang dibuat dari krim susu dengan memanfaatkan bakteri Streptococcus lactis.
4. Tapai, merupakan produk yang dibuat dari ketan atau umbi umbian seperti singkong melalui proses fermentasi dengan memanfaatkan jamur Saccharomyces cerevisiae.
5. Tempe, merupakan produk yang dibuat dari kedelai dengan bantuan ragi tempe berupa jamur Rhizopus oligosporus, Rhizopus stolonifer, dan Rhizopus oryzae.
6. Nata de coco, merupakan produk yang memiliki tekstur kenyal menyerupai gel dan berwarna putih transparan. Nata de coco dibuat dari air kelapa dengan memanfaatkan bakteri Acetobacter xylinum.

Manfaat Bioteknologi Konvensional

  • Meningkatkan nilai gizi dari produk-produk makanan dan minuman.
  • Menciptakan sumber makanan baru, misalnya dari air kelapa dapat diciptakan makanan baru yaitu Nata de coco.
  • Dapat membuat makanan yang tahan lama, misalnya asinan.
  • Secara tidak langsung dapat meningkatkan perekonomian rakyat karena bioteknologi sederhana tidak banyak membutuhkan biaya sehingga masyarakat kecil bisa melakukannya dan menjual hasilnya untuk keperluan hidup sehari-hari. Contohnya tempe dan tape. Proses pembuatan tempe dan tape termasuk bioteknologi.


Bioteknologi Modern

Bioteknologi modern adalah jenis ilmu bioteknologi yang menggunakan alat alat modern dan bersifat sangat kecil sekali sehingga sulit untuk dilakukan di rumah rumah. BIoteknologi modern memiliki ciri ciri yaitu sudah memanfaatkan teknologi DNA rekombinan. Salah satu contoh dari BIoteknologi modern adalah memanfaatkan Bakteri E.Coli untuk perbanyakan hormon insulin bagi penderita diabetes sehingga kadar gula darahnya dapat dikurangi.




Bonus Tebak Tebakan :

Kuda kuda apa yang bikin capek ? 
Kudaki gunung sambil jongkok




Monday, 4 April 2016

Kali ini kita akan membahas tentang 7 Metode Pemisahan Campuran Beserta Contohnya. Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.

7 Metode Pemisahan Campuran Beserta Contohnya

1. Filtrasi
Filtrasi atau penyaringan merupakan metode pemisahan untuk memisahkan zat padat dari cairannya dengan menggunakan alat berpori (penyaring). Dasar pemisahan metode ini adalah perbedaan ukuran partikel antara pelarut dan zat terlarutnya. Penyaring akan menahan zat padat yang mempunyai ukuran partikel lebih besar dari pori saringan dan meneruskan pelarut.
Proses filtrasi yang dilakukan adalah bahan harus dibuat dalam bentuk larutan atau berwujud cair kemudian disaring. Hasil penyaringan disebut filtrat sedangkan sisa yang tertinggal dipenyaring disebut residu. (ampas).

Metode ini dimanfaatkan untuk membersihkan air dari sampah pada pengolahan air, menjernihkan preparat kimia di laboratorium, menghilangkan pirogen (pengotor) pada air suntik injeksi dan obat-obat injeksi, dan membersihkan sirup dari kotoran yang ada pada gula. Penyaringan di laboratorium dapat menggunakan kertas saring dan penyaring buchner. Penyaring buchner adalah penyaring yang terbuat dari bahan kaca yang kuat dilengkapi dengan alat penghisap. Contohnya air yang bercampur pasir

2. Kristalisasi
Kristalisasi merupakan metode pemisahan untuk memperoleh zat padat yang terlarut dalam suatu larutan. Dasar metode ini adalah kelarutan bahan dalam suatu pelarut dan perbedaan titik beku. Kristalisasi ada dua cara yaitu kristalisasi penguapan dan kristalisasi pendinginan.
Contoh proses kristalisasi dalam kehidupan sehari-hari adalah pembuatan garam dapur dari air laut. Mula-mula air laut ditampung dalam suatu tambak, kemudian dengan bantuan sinar matahari dibiarkan menguap. Setelah proses penguapan, dihasilkan garam dalam bentuk kasar dan masih bercampur dengan pengotornya, sehingga untuk mendapatkan garam yang bersih diperlukan proses rekristalisasi (pengkristalan kembali).



Contoh lain adalah pembuatan gula putih dari tebu. Batang tebu dihancurkan dan diperas untuk diambil sarinya, kemudian diuapkan dengan penguap hampa udara sehingga air tebu tersebut menjadi kental, lewat jenuh, dan terjadi pengkristalan gula. Kristal ini kemudian dikeringkan sehingga diperoleh gula putih atau gula pasir.

3. Sublimasi
Sublimasi merupakan metode pemisahan campuran dengan menguapkan zat padat tanpa melalui fasa cair terlebih dahulu sehingga kotoran yang tidak menyublim akan tertinggal. bahan-bahan yang menggunakan metode ini adalah bahan yang mudah menyublim, seperti kamfer dan iod. Contohnya Kapur Barus dengan kotorannya (pasir).



4. Destilasi
Destilasi merupakan metode pemisahan untuk memperoleh suatu bahan yang berwujud cair yang terkotori oleh zat padat atau bahan lain yang mempunyai titik didih yang berbeda. Dasar pemisahan adalah titik didih yang berbeda. Bahan yang dipisahkan dengan metode ini adalah bentuk larutan atau cair, tahan terhadap pemanasan, dan perbedaan titik didihnya tidak terlalu dekat.
Proses pemisahan yang dilakukan adalah bahan campuran dipanaskan pada suhu diantara titik didih bahan yang diinginkan. Pelarut bahan yang diinginkan akan menguap, uap dilewatkan pada tabung pengembun (kondensor). Uap yang mencair ditampung dalam wadah. Bahan hasil pada proses ini disebut destilat, sedangkan sisanya disebut residu.
Contoh destilasi adalah proses penyulingan minyak bumi, pembuatan minyak kayu putih, dan memurnikan air minum. Contohnya pembuatan alkohol dan pembuatan minyak kenya.

5. Adsorbsi
Adsorbsi merupakan metode pemisahan untuk membersihkan suatu bahan dari pengotornya dengan cara penarikan bahan pengadsorbsi secara kuat sehingga menempel pada permukaan bahan pengadsorbsi. Penggunaan metode ini dipakai untuk memurnikan air dari kotoran renik atau mikroorganisme, memutihkan gula yang berwarna coklat karena terdapat kotoran.

6. Ekstraksi
Ekstraksi merupakan metode pemisahan dengan melarutkan bahan campuran dalam pelarut yang sesuai. Dasar metode pemisahan ini adalah kelarutan bahan dalam pelarut tertentu.

7. Kromatografi
Kromatografi adalah cara pemisahan berdasarkan perbedaan kecepatan perambatan pelarut pada suatu lapisan zat tertentu. Dasar pemisahan metode ini adalah kelarutan dalam pelarut tertentu, daya absorbsi oleh bahan penyerap, dan volatilitas (daya penguapan). Contoh proses kromatografi sederhana adalah kromatografi kertas untuk memisahkan tinta.


Bonus Tebak Tebakan :

Cari susah susah, sekali dapat langsung dibuang ?
Upil




Sunday, 3 April 2016

Kali ini kita akan membahas tentang Lima Fungsi pada Jaringan Epidermis di Tumbuhan. Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.

Lima Fungsi pada Jaringan Epidermis di Tumbuhan

1. Sebagai Pelindung Semua Organ Tumbuhan
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, fungsi jaringan epidermis yang paling utama adalah sebagai jaringan pelindung semua organ tumbuhan, mulai dari batang, daun, akar, atau buah dari segala kondisi dan pengaruh lingkungan luar. Sel-sel yang tersusun dengan deretan yang rapi pada jaringan epidermis memungkinkan organ bagian dalam tubuh tumbuhan terlindungi dari perubahan suhu udara, kelembaban, infeksi patogen secara langsung, dan sebagainya. Oleh karena itu, jaringan epidermis umumnya memiliki ciri teksturnya lebih keras dibandingkan jaringan lainnya, dilengkapi sel kipas, bulu akar, dan spina (duri).

2. Membatasi Penguapan pada Tumbuhan
Fungsi jaringan epidermis selanjutnya adalah sebagai jaringan pengatur proses transpirasi atau penguapan air dari tumbuhan. Fungsi ini dilakukan oleh stomata yang menjadi salah satu bagian dari jaringan epidermis selain trikomata. Saat suhu udara tinggi, stomata pada jaringan epidermis akan menutup dengan rapat agar laju transpirasi tanaman dapat dibatasi, sedangkan saat suhu udara rendah, stomata akan membuka dengan sangat lebar agar sebagian air dapat terbuang ke udara dan tidak membeku di dalam jaringan tumbuhan. Kadangkali stomata juga menjadi jalan sekresi air dari dalam tumbuhan melalui proses gutasi.

3. Penyimpanan Cadangan Air
Sel-sel pada jaringan epidermis memiliki protoplasma yang pipih dan besar. Hal ini menjadikan ia sebagai salah satu tempat penyimpanan cadangan air bagi tumbuhan. saat musim kemarau tiba dan kadar air tanah sudah tidak mencukupi, air-air yang tersimpan di dalam protoplasma jaringan epidermis akan diambil dan diangkut ke daun untuk diproses melalui fotosintesis.




4. Penyerapan Zat Air Dan Unsur Hara
Jaringan epidermis yang terletak di akar juga berfungsi sebagai penyerap air dan unsur hara dari dalam tanah. Fungsi jaringan epidermis yang satu ini dilakukan terutama oleh trikomata yang termodifikasi menjadi bulu akar.

5. Difusi Oksigen dan Karbondioksida
Fungsi jaringan epidermis yang terakhir adalah sebagai tempat proses difusi oksigen dan karbondioksida saat tumbuhan melakukan respirasi dan sekresi hasil fotosintesis. Fungsi ini umumnya hanya terjadi pada daun dengan stomata sebagai organ pelaksananya. Dewasa ini, stomata pada daun yang dapat melakukan difusi sering dimanfaatkan petani untuk mengaplikasikan pupuk daun pada tanaman mereka. Unsur hara yang diberikan melalui daun akan terserap sempurna melalui difusi yang dilakukan oleh stomata ini.

Bonus Tebak Tebakan :

Kalau dipukul yang mukul malah kesakitan?
Nyamuk yang lagi nempel di hidung!




Thursday, 31 March 2016

Kali ini kita akan membahas tentang Apa Itu Asteroid Ceres ?. Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.

Apa Itu Asteroid Ceres ?

Sama seperti asteroid lainnya asteroid ceres terletak antara Planet Mars dan Planet Jupiter. Ceres berdiameter kurang lebih sekitar 950 km. Ceres adalah asteroid yang pertama kali ditemukan, Ceres ditemukan pada tanggal 1 Januari 1801 oleh Giuseppe Piazzi. Terdiri dari batu dan es, Ceres diperkirakan dibangun dengan sekitar sepertiga dari massa seluruh sabuk asteroid. Ceres adalah satu-satunya objek di sabuk asteroid diketahui dibulatkan oleh gravitasi sendiri .



 Ceres dianggap sebagai planet katai atau planet kerdil oleh Persatuan Astronomi Internasional pada 24 Agustus 2006 karena ukurannya lebih besar daripada asteroid pada umumnya. Ceres adalah satu-satunya planet katai di Tata Surya Dalam. Ceres merupakan benda langit berbatu dan ber-es dengan diameter sebesar 950 km dan merupakan planet katai terkecil yang pernah ditemukan. Massa Ceres meliputi sepertiga massa sabuk asteroid.


Bonus Tebak Tebakan :

Kalo ditutup dia akan mengintip,tapi kalo dibuka dia akan marah-marah?
Orang naik becak pada waktu hujan




Sunday, 20 March 2016

Kali ini kita akan membahas tentang Urutan Tingkat Takson dalam Klasifikasinya. Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.

Urutan Tingkat Takson dalam Klasifikasinya

1. Urutan Tingkat Takson

Tingkatan takson ialah tingkatan unit atau kelompok makhluk hidup yang disusun mulai dari tingkat tertinggi hingga tingkat terendah. Urutan tingkatan takson mulai dari tingkat tertinggi ke tingkat terendah, yaitu :
  1. Kingdom (kerajaan) atau Regnum (dunia),
  2. Phylum (filum) atau Divisio (divisi),
  3. Classis (kelas), 
  4. Ordo (bangsa), 
  5. Familia (famili/suku), 
  6. Genus (marga), 
  7. Species (spesies/jenis),
  8. Varietas (ras).

Makin tinggi tingkatan takson, maka akan makin banyak anggota takson, namun makin banyak pula perbedaan ciri antar anggota takson. Sebaliknya, makin rendah tingkatan takson, maka makin sedikit anggota takson, dan makin banyak pula persamaan ciri antar anggota takson.

A. Kingdom atau Regnum
Kingdom ialah tingkatan paling atas dari tingkatan klasifikasi makhluk hidup dan juga merupakan jumlah anggota takson terbanyak. Pada awalnya, hanya ada dua kingdom, yaitu Animalia untuk hewan dan Vegetabilia untuk tumbuhan. Ketika makhluk hidup bersel satu ditemukan, temuan baru ini dipecah ke dalam dua kingdom. yang dapat bergerak ke dalam filum Protozoa, sementara alga dan bakteri ke dalam divisi Thallophyta atau Protophyta.

B. Phylum atau Divisio
Phylum atau Divisio adalah jenis anggota takson yang kedua. Phylum digunakan untuk takson hewan dan divisio digunakan untuk takson tumbuhan. Kingdom Animalia dibagi menjadi beberapa filum, seperti filum Chordata (memiliki notokorda saat embrio), filum Echinodermata( hewan berkulit duri), dan filum platyhelminthes (cacing pipih). Nama divisi pada tumbuhan menggunakan akhiran -phyta.
Contohnya kingdom plantae dibagi menjadi tiga divisi, antaera lain :
  1. Bryophyta (tumbuhan lumut), 
  2. Pteridophyta (tumbuhan paku) dan 
  3. Spermatophyta (tumbuhan berbiji).
C. Classis
Classis adalah jenis anggota takson yang ketiga. Anggota takson pada setiap filum atau divisi diklasifikasikan berdasarkan persamaan ciri-ciri tertentu. Nama kelas tumbuhan menggunakan akhiran akhiran yang berbeda-beda, antara lain: -opsida (untuk lumut), -edoneae(untuk tumbuhan berbiji tertutup),-phyceae (untuk alga), dan lain-lain. Contohnya divisi Angiospermae dibagi menjadi dua kelas, yaitu kelas Monocotyledoneae dan kelas Dicotyledoneae. Divisi Bryophyta diklasifikasikan menjadi tiga kelas, yaitu Hepaticopsida (lumut hati), Anthoceratopsida(lumut tanduk), dan Bryopsida (lumut daun). Dan filum Chrysophyta (ganggang keemasan) dikelompokkan menjadi tiga kelas, yaitu Xanthophyceae, Chrysophyceae, dan Bacillariopyceae.

D. Ordo ( Bangsa )
Ordo adalah jenis anggota takson yang keempat. Anggota takson pada setiap kelas dikelompokkan lagi menjadi ordo berdasarkan persamaan ciri-ciri yang lebih khusus. Nama ordo pada takson tumbuhan umumnya menggunakan akhiran -ales. Sebagai contoh kelas Dicotyledoneae dibagi menjadi beberapa ordo, antara lain ordo Solanales, Cucurbitales, Rosales, Malvales, Asterales, dan Poales.

E. Familia
Familia adalah jenis anggota takson yang kelima. dalam klasifikasi ilmiah adalah suatu takson yang berada antara ordo dan genus, merupakan taksonomi yang di dalamnya terdiri atas beberapa genus yang secara filogenetis terpisah dari familia lainnya. Pengindonesiaan takson ini adalah suku, famili, atau keluarga. Suatu familia dapat terbagi menjadi beberapa subfamilia, yaitu takson menengah yang berada di atas genus. Dalam penggunaan nama umum, suatu familia dapat dinamakan sama dengan nama salah satu anggotanya yang umum diketahui.

Apa saja yang termasuk atau tidak termasuk dalam suatu familia atau saat suatu familia diakui tersendiri diusulkan dan ditetapkan oleh para taksonomis. Tidak ada aturan baku dalam menggambarkan atau menjelaskan suatu familia, atau bahkan takson lainnya. Para taksonomis mungkin berada pada posisi yang berbeda mengenai deskripsi suatu takson dan mungkin tidak ada konsensus yang diterima luas di kalangan komunitas ilmiah selama beberapa waktu. Selama tidak ada konsensus, data dan pendapat-pendapat baru akan selalu diberikan yang memungkinkan adanya penyesuaian penyesuaian.




F. Genus
Genus adalah jenis anggota takson yang keenam. Genus adalah salah satu bentuk pengelompokan dalam klasifikasi makhluk hidup yang lebih rendah dari familia. Anggota-anggota genus memiliki kesamaan morfologi dan kekerabatan yang dekat. Dalam sistem tatanama binomial, nama suatu spesies makhluk hidup terdiri atas dua kata, yaitu: nama genusnya (diawali dengan huruf kapital) dan nama penunjuk spesiesnya dengan ditulis atau cetak miring. Misalnya, Homo sapiens, nama ilmiah untuk spesies manusia modern, menandakan bahwa manusia modern tergolong ke dalam genus Homo.

G. Species
Species adalah jenis anggota takson yang ketujuh. Anggota takson spesies memiliki persamaan ciri paling banyak dan terdiri atas organisme yang bila melakukan perkawinan secara alamiah dapat menghasilkan keturunan yang fertil (subur). Nama spesies terdiri dari dua kata; kata pertama menunjukkan nama genusnya dan kata kedua menunjukkan nama spesifiknya. Sebagai contoh, pada genus Rosa terdapat spesies Rosa multiflora, Rosa canina, Rosa gigiantea, Rosa alba, Rosa rugosa, dan Rosa dumalis.

H. Varietas
Varietas adalah jenis anggota takson yang ketujuh atau yang terendah. Pada organisme –organisme satu spesies terkadang masih ditemukan perbedaan ciri yang sangat jelas, sangat khusus atau bervariasi sehingga disebut varietas (kultifar) atau ras. Istilah varietas dan kultifar digunakan dalam spesies tumbuhan dan istilah ras digunakan dalam spesies hewan. Varietas dapat diartikan secara botani dan secara agronomi.

1. Varietas secara botani
Varietas secara botani adalah populasi tanaman dalam satu spesies yang menunjukan perbedaan ciri yang jelas. Penanamannya diatur oleh ICBN ( Intenational Code of Botanical Nomenclature). Penulisan varietas dicetak miring atau digarisbawahi. Contohnya; Oryza sativa var indica (Padi) dan Zea mays L, var tunicata (jagung).

2. Varietas secara agronomi
Varietas secara agronomi adalah sekelompok tanaman yang memiliki satu atau lebih ciri khas yang dapat dibedakan secara jelas dan ciri tersebut dapat dibedakan dipertahankan bika dikembangkan secara vegeatif (aseksua) maupun secara generati (generatif). Varietas dalam agoronomi disebut juga kultifar.

B. Tujuan melakukan Klasifikasi Makhluk hidup
  • Mempermudah dalam mempelajari dan mengenal berbagai macam makhluk hidup
  • Mengetahui Manfaat makhluk hidup untuk kepentingan manusia
  • Mengetahui hubungan kekerabatan makhluk hidup
  • Mengetahui adanya saling ketergantungan antara makhluk hidup

Bonus Tebak Tebakan :

Kenapa kucing kalo dikejar anjing selalu menoleh ke belakang?
Soalnya nggak punya kaca spion




Monday, 14 March 2016

Kali ini kita akan membahas tentang Lapisan Litosfer. Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.

Lapisan Litosfer

Lapisan Litosfer terbagi menjadi 2 bagian yaitu lapisan sial dan lapisan sima, berikut penjelasannya :

A. Lapisan sial
yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun atas logam silisium dan alumunium, senyawanya dalam bentuk SiO2 dan AL 2 O3.Pada lapisan sial (silisium dan alumunium) ini antara lain terdapat batuan sedimen, granit andesit jenis-jenis batuan metamor, dan batuan lain yang terdapat di daratan benua. Lapisan sial dinamakan juga lapisan kerak bersifat padat dan batu bertebaran rata-rata 35km.

Kerak bumi ini terbagi menjadi dua bagian yaitu:

  1. Kerak benua : merupakan benda padat yang terdiri dari batuan granit di bagian atasnya dan batuan beku basalt di bagian bawahnya. Kerak ini yang merupakan benua.
  2. Kerak samudra : merupakan benda padat yang terdiri dari endapan dilaut pada bagian atas, kemudian di bawahnya batuanbatuan vulkanik dan yang paling bawah tersusun dari batuan beku gabro dan peridolit. Kerak ini menempati dasar samudra.



B. Lapisan sima (silisium magnesium)

yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun oleh logam logam silisium dan magnesium dalam bentuk senyawa Si O2 dan Mg O lapisan ini mempunyai berat jenis yang lebih besar dari pada lapisan sial karena mengandung besi dan magnesium yaitu mineral ferro magnesium dan batuan basaltdan mepunyai ketebalan rata rata 65 km.

Bonus Tebak Tebakan :

Pocong apa yang disenengin ibu-ibu?
Pocongan Harga!