Showing posts with label Filtrasi. Show all posts
Showing posts with label Filtrasi. Show all posts

Monday, 4 April 2016

Kali ini kita akan membahas tentang 7 Metode Pemisahan Campuran Beserta Contohnya. Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.

7 Metode Pemisahan Campuran Beserta Contohnya

1. Filtrasi
Filtrasi atau penyaringan merupakan metode pemisahan untuk memisahkan zat padat dari cairannya dengan menggunakan alat berpori (penyaring). Dasar pemisahan metode ini adalah perbedaan ukuran partikel antara pelarut dan zat terlarutnya. Penyaring akan menahan zat padat yang mempunyai ukuran partikel lebih besar dari pori saringan dan meneruskan pelarut.
Proses filtrasi yang dilakukan adalah bahan harus dibuat dalam bentuk larutan atau berwujud cair kemudian disaring. Hasil penyaringan disebut filtrat sedangkan sisa yang tertinggal dipenyaring disebut residu. (ampas).

Metode ini dimanfaatkan untuk membersihkan air dari sampah pada pengolahan air, menjernihkan preparat kimia di laboratorium, menghilangkan pirogen (pengotor) pada air suntik injeksi dan obat-obat injeksi, dan membersihkan sirup dari kotoran yang ada pada gula. Penyaringan di laboratorium dapat menggunakan kertas saring dan penyaring buchner. Penyaring buchner adalah penyaring yang terbuat dari bahan kaca yang kuat dilengkapi dengan alat penghisap. Contohnya air yang bercampur pasir

2. Kristalisasi
Kristalisasi merupakan metode pemisahan untuk memperoleh zat padat yang terlarut dalam suatu larutan. Dasar metode ini adalah kelarutan bahan dalam suatu pelarut dan perbedaan titik beku. Kristalisasi ada dua cara yaitu kristalisasi penguapan dan kristalisasi pendinginan.
Contoh proses kristalisasi dalam kehidupan sehari-hari adalah pembuatan garam dapur dari air laut. Mula-mula air laut ditampung dalam suatu tambak, kemudian dengan bantuan sinar matahari dibiarkan menguap. Setelah proses penguapan, dihasilkan garam dalam bentuk kasar dan masih bercampur dengan pengotornya, sehingga untuk mendapatkan garam yang bersih diperlukan proses rekristalisasi (pengkristalan kembali).



Contoh lain adalah pembuatan gula putih dari tebu. Batang tebu dihancurkan dan diperas untuk diambil sarinya, kemudian diuapkan dengan penguap hampa udara sehingga air tebu tersebut menjadi kental, lewat jenuh, dan terjadi pengkristalan gula. Kristal ini kemudian dikeringkan sehingga diperoleh gula putih atau gula pasir.

3. Sublimasi
Sublimasi merupakan metode pemisahan campuran dengan menguapkan zat padat tanpa melalui fasa cair terlebih dahulu sehingga kotoran yang tidak menyublim akan tertinggal. bahan-bahan yang menggunakan metode ini adalah bahan yang mudah menyublim, seperti kamfer dan iod. Contohnya Kapur Barus dengan kotorannya (pasir).



4. Destilasi
Destilasi merupakan metode pemisahan untuk memperoleh suatu bahan yang berwujud cair yang terkotori oleh zat padat atau bahan lain yang mempunyai titik didih yang berbeda. Dasar pemisahan adalah titik didih yang berbeda. Bahan yang dipisahkan dengan metode ini adalah bentuk larutan atau cair, tahan terhadap pemanasan, dan perbedaan titik didihnya tidak terlalu dekat.
Proses pemisahan yang dilakukan adalah bahan campuran dipanaskan pada suhu diantara titik didih bahan yang diinginkan. Pelarut bahan yang diinginkan akan menguap, uap dilewatkan pada tabung pengembun (kondensor). Uap yang mencair ditampung dalam wadah. Bahan hasil pada proses ini disebut destilat, sedangkan sisanya disebut residu.
Contoh destilasi adalah proses penyulingan minyak bumi, pembuatan minyak kayu putih, dan memurnikan air minum. Contohnya pembuatan alkohol dan pembuatan minyak kenya.

5. Adsorbsi
Adsorbsi merupakan metode pemisahan untuk membersihkan suatu bahan dari pengotornya dengan cara penarikan bahan pengadsorbsi secara kuat sehingga menempel pada permukaan bahan pengadsorbsi. Penggunaan metode ini dipakai untuk memurnikan air dari kotoran renik atau mikroorganisme, memutihkan gula yang berwarna coklat karena terdapat kotoran.

6. Ekstraksi
Ekstraksi merupakan metode pemisahan dengan melarutkan bahan campuran dalam pelarut yang sesuai. Dasar metode pemisahan ini adalah kelarutan bahan dalam pelarut tertentu.

7. Kromatografi
Kromatografi adalah cara pemisahan berdasarkan perbedaan kecepatan perambatan pelarut pada suatu lapisan zat tertentu. Dasar pemisahan metode ini adalah kelarutan dalam pelarut tertentu, daya absorbsi oleh bahan penyerap, dan volatilitas (daya penguapan). Contoh proses kromatografi sederhana adalah kromatografi kertas untuk memisahkan tinta.


Bonus Tebak Tebakan :

Cari susah susah, sekali dapat langsung dibuang ?
Upil




Saturday, 4 July 2015

Kali ini kita akan membahas tentang Sebutkan Tahap Tahap pada Pembentukan Urin ?. Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.

Sebutkan Tahap Tahap pada Pembentukan Urin ?

Urin atau air seni atau air kencing adalah cairan sisa yang diekskresikan oleh ginjal yang kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi. Berikut adalah penjelasan 3 tahapan pada pembentukan urin

A. Filtrasi ( Penyaringan )
Filtrasi ialah penyaringan darah yang berlangsung di badan dMalpighi, yaitu dari glomerulus ke kapsula Bowman. Filtrasi menghasilkan urin primer yang masih zat zat berguna, seperti air, glukosa, garam mineral (ion natrium dan ion kalsium).

Glomerulus ialah kapiler darah yang bergelung-gelung di dalam kapsula bowman. Ukuran saringan pada glomerulus membuat protein dan sel darah tidak bisa masuk ke tubulus. Pada glomerulus terdapat sel-sel endotelium yang berfungsi untuk memudahkan proses penyaringan.

B. Reabsorpsi (Penyaringan Kembali)
Reabsorpsi adalah proses penyerapan zat zat yang masih berguna dalam urin primer dan menghasilkan urin sekunder. Zat yang diserap kembali (asam amino, garam (NaCI), air, dan glukosa) akan masuk kembali ke pembulu darah di sekitar tubulus..

Volume urin manusia hanya 1% dari filtrat glomerulus. Oleh karena itu 99% filtrat glomerulus akan reabsorbsi secara aktif pada tubulus kontortus proksimal dan terjadi penembahan zat zat sisa serta urea pada tubulus kontortus distal.

C. Augmentasi (Pengumpulan)
Augmentasi adalah proses yang terjadi di tubulus kontortus distal dan juga di saluran pengumpul. Dapat juga diartikan sebagai berikut. Augmentasi merupakan proses pengeluaran zat sisa yang tidak diperlukan oleh tubuh dalam bentuk urine. Terjadi di Tubulus Kontortus Distal. Pada bagian ini terjadi pengumpulan cairan dari proses sebelumnya. Dibagian ini juga masih terjadi penyerapan ion natrium, klor serta urea. Cairan yang dihasilkan sudah berupa urine sesungguhnya, yang kemudian disalurkan ke rongga ginjal.


Bonus Pantun :

Jika sudah namanya cinta
Hati terasa berbunga-bunga
Kalau sudah terbawa suasana
Senyum sendiri seperti orang gila

Volume urin manusia hanya 1% dari filtrat glomerulus. Oleh karena itu, 99% filtrat glomerulus akan direabsorbsi secara aktif pada tubulus kontortus proksimal dan terjadi penambahan zat-zat sisa serta urea pada tubulus kontortus distal. Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ

Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
olume urin manusia hanya 1% dari filtrat glomerulus. Oleh karena itu, 99% filtrat glomerulus akan direabsorbsi secara aktif pada tubulus kontortus proksimal dan terjadi penambahan zat-zat sisa serta urea pada tubulus kontortus distal. Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ

Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
olume urin manusia hanya 1% dari filtrat glomerulus. Oleh karena itu, 99% filtrat glomerulus akan direabsorbsi secara aktif pada tubulus kontortus proksimal dan terjadi penambahan zat-zat sisa serta urea pada tubulus kontortus distal. Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ

Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ