Tuesday, 6 September 2016

Kali ini kita akan membahas tentang Keanekaragaman Hayati. Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.

Keanekaragaman Hayati

Apa itu keanekaragaman hayati ? Keanekaragaman hayati adalah tingkat variasi bentuk kehidupan dalam, mengingat ekosistem bioma spesies atau bahkan seluruh planet. Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Di Indonesia terdapat berbagai jenis flora dan fauna yang merupakan bagian dari keanekaragaman hayati. Coba perhatikan sekitar rumah atau lingkungan anda. Di lingkungan sekitar kita banyak sekali jenis-jenis tumbuhan dan hewan. Jika kita perhatikan dengan saksama, ternyata setiap jenis makhluk hidup yang ada di sekitar kita mempunyai ciri tersendiri, meliputi variasi ukuran, bentuk, jumlah, dan warna yang berbeda-beda sehingga terbentuklah keanekaragaman makhluk hidup yang disebut keanekaragaman hayati. Di dalam keanekaragaman hayati tersebut, makhluk hidup sejenis akan memiliki ciri-ciri yang sama, sedangkan makhluk hidup antarjenis yang berbeda memiliki ciri yang beraneka ragam pula.


Misalnya saja teratai dengan kaktus, mereka memiliki ciri khas mereka sendiri, teratai hidup di air, daunnya lebar dan tipis. Sedangkan kaktus berbanding terbalik kaktus hidup di padang pasir yang gersang daunnya pun besar dan tebal. Pasti di sekitar rumah atau lingkungan anda terdapat beberapa jenis tumbuhan. Setiap jenis tumbuhan memiliki ciri ciri tertentu yang membedakannya dengan yang lain.

Sejarah Keanekaragaman Hayati
Sejak kehidupan dimulai di bumi, lima kepunahan massal besar perhan terjadi dan peristiwa kecil telah menyebabkan beberapa tetes besar dan mendadak dalam keanekaragaman hayati. Para Eon Fanerozoikum dalam 540 juta tahun terakhir ditandai pertumbuhan yang cepat dalam keanekaragaman hayati melalui ledakan Kambrium sebuah periode di mana mayoritas filum multiseluler pertama muncul. Sekitar 400 juta tahun ke depan termasuk diulang, kerugian besar keanekaragaman hayati diklasifikasikan sebagai kepunahan massal. Dalam Karbon, kolaps hutan hujan menyebabkan kerugian besar dari kehidupan tanaman dan hewan. Peristiwa kepunahan Permian-Trias, 251 juta tahun lalu, adalah yang terburuk;. Pemulihan vertebrata butuh waktu 30 juta tahun.

Yang paling terakhir, peristiwa kepunahan Cretaceous-Paleogen, terjadi 65 juta tahun lalu, dan sering menarik perhatian lebih dari yang lain karena mengakibatkan kepunahan dinosaurus. Periode sejak munculnya manusia telah menunjukkan pengurangan keanekaragaman hayati yang sedang berlangsung dan kerugian atas keragaman genetik. Dinamakan kepunahan Holocene, pengurangan ini disebabkan terutama oleh dampak manusia, terutama kerusakan habitat. Sebaliknya, keanekaragaman hayati dampak kesehatan manusia dalam berbagai cara, baik secara positif maupun negatif. PBB pernah ditunjuk 2011-2020 sebagai Dekade PBB tentang Keanekaragaman Hayati.


Keanekaragaman Hayati di Indonesia 
Keanekaragaman hayati di Indonesia termasuk dalam golongan paling tinggi di dunia, bahkan jauh lebih tinggi daripada di Amerika dan di Afrika yang sama-sama beriklim tropis, apalagi jika dibandingkan dengan negara yang beriklim sedang dan dingin. Persebaran keanekaragaman makhluk hidup di Indonesia terletak di antara zona Oriental, zona Australasia, serta zona Peralihan sehingga memiliki keunikan tersendiri.

A. Zona Oriental (Wilayah Barat Indonesia)
Zona oriental meliputi wilayah barat Indonesia, yaitu Kalimantan, Sumatra, Jawa, dan Bali yang terdapat hutan hujan tropik. Ciri ciri :
1. Mamalia berukuran besar
contoh : Gajah sumatra, Banteng, Harimau jawa, Harimau sumatra, Tapir sumatra, Badak sumatra, Beruang madu, Badak bercula satu.
2. Memiliki banyak jenis hewan primata (kera)
contoh : Orang utan sumatra, orang utan kalimantan, kera, monyet, tarsius, dan kukang
3. Warna bulu kurang menarik tapi kicauannya bagus
contoh : Burung rangkok, jalak bali, murai, dan elang putih.




B. Zona Australiasia (Wilayah Timur Indonesia)
Zona Australasia meliputi wilayah timur Indonesia, yaitu Maluku dan Papua. Pada zona ini terdapat hutan dengan pohon pohon yang rendah dan berada di daerah datar seperti matoa dan Ficus (famili beringin). Ciri ciri :
1. Mamalia berukuran kecil
contoh : walabi, kangguru, kus kus, dan oposum
2. Warna bulu tampak menarik
contoh : Cendrawasih, kasuari, dan kakatua raja

C. Zona Peralihan (Wilayah Tengah Indonesia)
Zona peralihan merupakan wilayah yang terdapat keanekaragaman hayati berasal dari zona Oriental dan zona Australasia. Zona ini meliputi wilayah tengah Indonesia, yaitu Sulawesi dan Nusa Tenggara. Ciri ciri :
1. Ciri khas berbeda dengan wilayah oriental dan australisia
contoh : Komodo, anoa, babi rusa, dan burung maleo




Saturday, 27 August 2016

Kali ini kita akan membahas tentang Model Atom Dalton. Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.

Model Atom Dalton


Secara umum model atom ada empat yaitu :

Model Atom Dalton
Model Atom Thomson
Model Atom Rutherford
Model Atom Bohr


Lima abad sebelum masehi, filsuf dari Yunani yang bernama Democritus menjelaskan bahwa semua materi (zat) tersusun atas partikel yang sangat kecil dan tidak dapat dibagi bagi lagi yang disebut dengan atomos (tidak dapat dibagi lagi).


Teori atom Dalton didasarkan pada dua hukum, yaitu hukum kekekalan massa (hukum Lavoisier) dan hukum susunan tetap (hukum prouts). Lavosier mennyatakan bahwa "Massa total zat-zat sebelum reaksi akan selalu sama dengan massa total zat-zat hasil reaksi". Sedangkan Prouts menyatakan bahwa "Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa selalu tetap". Pada tahun 1803, John Dalton (1776-1884) mengemukakan postulat mengenai atom. Postulat itu dikemukakan berdasarkan pengukuran kauntitatif dari reaksi kimia.

Isi Postulat Dalton

1. Atom adalah bagian terkecil dari suatu unsur terkecil dari suatu unsur dan tidak dapat dibagi lagi. Postulat ini untuk mempertegas pendapat Democritus yang menyatakan bahwa jika suatu materi terus dibagi, suatu saat akan sampai pada suatu partikel yang tidak dapat dibagi lagi. Partikel itu disebut atom

2. Atom atom unsur sejenis mempunyai sifat yang sama meliputi volume, bentuk, maupun massanya. Sebaliknya atom atom unsur tidak sejenis mempunyai sifat yang berbeda. Ponstulat ini merupakan gagasan baru Dalton. Menurut Dalton, atom merupakann bagian terkecil dari suatu unsur yang masih memiliki sifat unsur itu.

3. Dalam reaksi kimia, terjadi penggabungan atau pemisahan atom. Selanjutnya, atom atom ditata ulang sehingga membentuk komposisi tertentu. Postulat ini didasari pada hukum kekekalan massa dari Lavoisier, yaitu massa sebelum dan sesudah reaksi adalah sama. Oleh karena itu, tidak ada atom yang menghilang atau tercipta dari suatu reaksi kimia. Perubahan yang terjadi hanyalah berupa pemisahan dan penggabungann antar atom.

4. Atom dapat bergabung dengan atom lain untuk membentuk suatu molekul dengan angka pembading bulat dan sederhana. Postulat ini merupakan konsep molekul, yaitu antaratom dapat bergabung embentuk suatu molekul. Atom yang bergabung dapat sejenis ataupun tidak sejenis. Penggabungan beberapa atom sejenis disebut molekul unsur. Sedangkan penggabungan atom tidak sejenis disebut senyawa.


Jika masih bingung atau belum mengerti cari disini :
Macam-macam Model Atom






Kali ini kita akan membahas tentang Model Atom Thomson. Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.

Model Atom Thomson


Secara umum model atom ada empat yaitu :

Model Atom Dalton
Model Atom Thomson
Model Atom Rutherford
Model Atom Bohr


Seorang fisikawan yang berasal dari Inggris yang bernama Joseph John Thomson atau lebih dikenal sebagai J.J. Thomson telah berhasil menemukan elektron suatu partikel bermuatan negatif yang lebih ringan daripada atom di tahun 1897. Thomson berhipotesis: "karena elektron bermuatan negatif, sedangkan atom bermuatan listrik netral maka haruslah ada muatan listrik positif yang mengimbangi muatan elektron dalam atom". Lalu Thomson pun mengemukakan sebuah model atom yang disebut model roti kismis (lihat gambar dibawah).


Thomson menggambarkan atom sebagai sebuah bola bermuatan positif yang memuat beberapa partikel bermuatan negatif yang disebut dengan elektron. Elektron elektron itu tersebar pada bola seperti kismis pada roti.

Ringkasan Teori Atom Thomson
  1. Atom berupa bola yang bermuatan positif dengan adanya elektron bermuatan negatif disekelilingnya.
  2. Atom bermuatan netral karena muatan positif dan muatan negatif pada suatu atom seimbang.



Jika masih bingung atau belum mengerti cari disini :
Macam-macam Model Atom


Sekian info dari saya jika ada salah kata mohon dimaafkan dan mudah mudah bermanfaat bagi kita semua amin....




Monday, 18 July 2016

Kali ini kita akan membahas tentang Pengertian dan Contoh Konduksi, Konveksi, dan Radiasi. Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.

Pengertian dan Contoh Konduksi, Konveksi, dan Radiasi

Hai kawan, kali ini kita akan membahas tentang pengertian dan contoh konduksi, konveksi, dan radiasi. Sebelum itu apa kalian tau konduksi, konveksi, dan radiasi termasuk perpindahan kalor. Dan apa itu kalor ? Kalor adalah salah satu bentuk energi yang dapat diterima / dilepaskan oleh suatu benda. Kalor juga dapat berpindah karena adanya perbedaan suhu. Kalor berpindah dari benda yang suhunya tinggi ke benda suhunya rendah. Contohnya saat sedang memasak, api yang mengenai bagian dasar panci akan meyebar ke seluruh bagian permukaan panci dan bahan makanan yang ada didalamnya. Kalor dibagi menjadi tiga jenis yaitu :




A. Konduksi
Konduksi merupakan salah satu cara perpindahan kalor melalui suatu perantara zat tanpa disertai perpindahan bagian bagian dari zat tersebut. Contohnya, ketika kita memanaskan logam pada salah satu ujungnya, maka lambat laun ujung lainnya juga ikut panas karena adanya perpindahan kalor melalui logam tersebut. Kemampuan zat atau benda dalam menghantarkan kalor juga berbeda beda. Oleh karena itu, kemampuan benda benda dalam menghantarkan kalor dibedakan menjadi dua jenis yaitu, konduktor dan isolator. Konduktor adalah benda yang mudah mengantarakan kalor. Contoh konduktor tembaga, besi, alumunium, dan sejenisnya. Sedangkan isolator adalah benda yang sukar menghantarkan kalor. Contoh isolator adalah kayu, karet, plastik, dan sejenisnya.

B. Konveksi
Konveksi adalah salah satu cara perpindahan kalor melalui suatu zat disertai oleh perpindahan zat tersebut. Perpindahan kalor secara konveksi hanya bisa terjadi padaa zat cair dan zat gas (fluida). Konveksi tak bisa terjad pada zat  padat, karena tidak ada difusi yang dapat terjadi pada benda padat. Perpindahan kalor secara konveksi dinamakan juga aliran panas, karena bagian bagian zat itu terus mengalir selama pemanasan. Contohnyaperpindahan kalor melalui air yang dipanaskan. Ketika air dipanaskan, maka bagian air panas akan berkurang massa jenisnya, sehingga akan naik ke permukaan.

Perpindahan kalor secara konveksi juga terjadi pada zat gas, misalnya adanya yang dinamakan angin darat dan angin laut. Angin laut terjadi pada siang hari. Air lebih lambat menyerap panas dari tanah, sehingga pada siang hari udara diatas lautan lebih dingin daripada udara di atas daratan. Akibatnya massa jenis udara diatas daratan lebih kecil. Oleh karena itu udara di atas daratan akan naik dan tempatnya tergantikan oleh udara diatas lautan, sehingga terjadi aliran angin dari laut ke darat dinamakan angin laut. Sedangkan angin darat terjadi pada malam hari. Udara di atas daratan lebih cepat dingin dibandingkan udara di atas lautan, sehingga udara di atas lautan akan naik dan tempatnya diisi oleh udara di atas daratan, dan terjadilah aliran angin dari darat ke laut yang dinamakan angin darat.

C. Radiasi
Pengertian radiasi adalah perpindahan kalor tanpa memerlukan zat perantara. Contoh perpindahan kalor secara radiasi adalah hangatnya tubuh anda ketika berada di dekat tungku api dan perpindahan kalor dari matahari menuju bumi.


Terima kasih telah berkunjung. Dukung terus ipa-gampang.blogspot.co.id




Friday, 8 April 2016

Kali ini kita akan membahas tentang Pengertian dan Jenis Jenis Bioteknologi. Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.

Pengertian dan Jenis Jenis Bioteknologi

Bioteknologi ialah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup seperti bakteri, fungi, virus, dan lain-lain maupun produk dari makhluk hidup seperti enzim, alkohol, dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa yang bermanfaat bagi manusia. Bioteknologi berasal dari dua kata yaitu bio yang artinya hidup dan teknologi. Pada umumnya makhluk hidup yang dimanfaatkan dalam proses bioteknologi berupa mikroorganisme. Kegunaan Bioteknologi bermacam-macam contohnya bahan bakar alternatif, membuat makanan hewan, membuat antibodi, mengolah limbah, membuat bahan bakar baru, membuat roti, dan lain lain.





Bioteknologi secara sederhana sudah dikenal oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Contohnya di bidang teknologi pangan adalah pembuatan bir, roti, maupun keju yang sudah dikenal sejak abad ke-19, pemuliaan tanaman untuk menghasilkan varietas-varietas baru di bidang pertanian, serta pemuliaan dan reproduksi hewan. Ada pula dibidang medis, penerapan bioteknologi pada masa lalu dibuktikan antara lain dengan penemuan vaksin, antibiotik, dan insulin walaupun masih dalam jumlah yang terbatas akibat proses fermentasi yang tidak sempurna. Berdasarkan tingkat kerumitannya bioteknologi di bagi menjadi dua jenis yaitu bioteknologi konvesional dan bioteknologi modern.
 
Bioteknologi Konvensional

Bioteknologi konvensional biasa juga disebut bioteknologi sederhana karena teknologi pembuatannya yang masih cukup sederhana. Bioteknologi konvensional adalah bioteknologi yang menggunakan mikroorganisme sebagai alat untuk menghasilkan produk dan jasa, misalnya jamur dan bakteri yang menghasilkan enzim-enzim tertentu untuk melakukan metabolisme sehingga diperoleh produk yang diinginkan.

Produk makanan hasil penerapan Bioteknologi Konvensional

1.Yoghurt, merupakan hasil fermentasi susu menggunakan bantuan bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus.
2. Keju, merupakan produk yang dibuat dari susu yang diasamkan dengan memanfaatkan bakteri asam laktat, misal Lactobacilluscasei dan Streptococcus thrmophillus.
3. Mentega, merupakan produk yang dibuat dari krim susu dengan memanfaatkan bakteri Streptococcus lactis.
4. Tapai, merupakan produk yang dibuat dari ketan atau umbi umbian seperti singkong melalui proses fermentasi dengan memanfaatkan jamur Saccharomyces cerevisiae.
5. Tempe, merupakan produk yang dibuat dari kedelai dengan bantuan ragi tempe berupa jamur Rhizopus oligosporus, Rhizopus stolonifer, dan Rhizopus oryzae.
6. Nata de coco, merupakan produk yang memiliki tekstur kenyal menyerupai gel dan berwarna putih transparan. Nata de coco dibuat dari air kelapa dengan memanfaatkan bakteri Acetobacter xylinum.

Manfaat Bioteknologi Konvensional

  • Meningkatkan nilai gizi dari produk-produk makanan dan minuman.
  • Menciptakan sumber makanan baru, misalnya dari air kelapa dapat diciptakan makanan baru yaitu Nata de coco.
  • Dapat membuat makanan yang tahan lama, misalnya asinan.
  • Secara tidak langsung dapat meningkatkan perekonomian rakyat karena bioteknologi sederhana tidak banyak membutuhkan biaya sehingga masyarakat kecil bisa melakukannya dan menjual hasilnya untuk keperluan hidup sehari-hari. Contohnya tempe dan tape. Proses pembuatan tempe dan tape termasuk bioteknologi.


Bioteknologi Modern

Bioteknologi modern adalah jenis ilmu bioteknologi yang menggunakan alat alat modern dan bersifat sangat kecil sekali sehingga sulit untuk dilakukan di rumah rumah. BIoteknologi modern memiliki ciri ciri yaitu sudah memanfaatkan teknologi DNA rekombinan. Salah satu contoh dari BIoteknologi modern adalah memanfaatkan Bakteri E.Coli untuk perbanyakan hormon insulin bagi penderita diabetes sehingga kadar gula darahnya dapat dikurangi.




Bonus Tebak Tebakan :

Kuda kuda apa yang bikin capek ? 
Kudaki gunung sambil jongkok




Monday, 4 April 2016

Kali ini kita akan membahas tentang 7 Metode Pemisahan Campuran Beserta Contohnya. Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.

7 Metode Pemisahan Campuran Beserta Contohnya

1. Filtrasi
Filtrasi atau penyaringan merupakan metode pemisahan untuk memisahkan zat padat dari cairannya dengan menggunakan alat berpori (penyaring). Dasar pemisahan metode ini adalah perbedaan ukuran partikel antara pelarut dan zat terlarutnya. Penyaring akan menahan zat padat yang mempunyai ukuran partikel lebih besar dari pori saringan dan meneruskan pelarut.
Proses filtrasi yang dilakukan adalah bahan harus dibuat dalam bentuk larutan atau berwujud cair kemudian disaring. Hasil penyaringan disebut filtrat sedangkan sisa yang tertinggal dipenyaring disebut residu. (ampas).

Metode ini dimanfaatkan untuk membersihkan air dari sampah pada pengolahan air, menjernihkan preparat kimia di laboratorium, menghilangkan pirogen (pengotor) pada air suntik injeksi dan obat-obat injeksi, dan membersihkan sirup dari kotoran yang ada pada gula. Penyaringan di laboratorium dapat menggunakan kertas saring dan penyaring buchner. Penyaring buchner adalah penyaring yang terbuat dari bahan kaca yang kuat dilengkapi dengan alat penghisap. Contohnya air yang bercampur pasir

2. Kristalisasi
Kristalisasi merupakan metode pemisahan untuk memperoleh zat padat yang terlarut dalam suatu larutan. Dasar metode ini adalah kelarutan bahan dalam suatu pelarut dan perbedaan titik beku. Kristalisasi ada dua cara yaitu kristalisasi penguapan dan kristalisasi pendinginan.
Contoh proses kristalisasi dalam kehidupan sehari-hari adalah pembuatan garam dapur dari air laut. Mula-mula air laut ditampung dalam suatu tambak, kemudian dengan bantuan sinar matahari dibiarkan menguap. Setelah proses penguapan, dihasilkan garam dalam bentuk kasar dan masih bercampur dengan pengotornya, sehingga untuk mendapatkan garam yang bersih diperlukan proses rekristalisasi (pengkristalan kembali).



Contoh lain adalah pembuatan gula putih dari tebu. Batang tebu dihancurkan dan diperas untuk diambil sarinya, kemudian diuapkan dengan penguap hampa udara sehingga air tebu tersebut menjadi kental, lewat jenuh, dan terjadi pengkristalan gula. Kristal ini kemudian dikeringkan sehingga diperoleh gula putih atau gula pasir.

3. Sublimasi
Sublimasi merupakan metode pemisahan campuran dengan menguapkan zat padat tanpa melalui fasa cair terlebih dahulu sehingga kotoran yang tidak menyublim akan tertinggal. bahan-bahan yang menggunakan metode ini adalah bahan yang mudah menyublim, seperti kamfer dan iod. Contohnya Kapur Barus dengan kotorannya (pasir).



4. Destilasi
Destilasi merupakan metode pemisahan untuk memperoleh suatu bahan yang berwujud cair yang terkotori oleh zat padat atau bahan lain yang mempunyai titik didih yang berbeda. Dasar pemisahan adalah titik didih yang berbeda. Bahan yang dipisahkan dengan metode ini adalah bentuk larutan atau cair, tahan terhadap pemanasan, dan perbedaan titik didihnya tidak terlalu dekat.
Proses pemisahan yang dilakukan adalah bahan campuran dipanaskan pada suhu diantara titik didih bahan yang diinginkan. Pelarut bahan yang diinginkan akan menguap, uap dilewatkan pada tabung pengembun (kondensor). Uap yang mencair ditampung dalam wadah. Bahan hasil pada proses ini disebut destilat, sedangkan sisanya disebut residu.
Contoh destilasi adalah proses penyulingan minyak bumi, pembuatan minyak kayu putih, dan memurnikan air minum. Contohnya pembuatan alkohol dan pembuatan minyak kenya.

5. Adsorbsi
Adsorbsi merupakan metode pemisahan untuk membersihkan suatu bahan dari pengotornya dengan cara penarikan bahan pengadsorbsi secara kuat sehingga menempel pada permukaan bahan pengadsorbsi. Penggunaan metode ini dipakai untuk memurnikan air dari kotoran renik atau mikroorganisme, memutihkan gula yang berwarna coklat karena terdapat kotoran.

6. Ekstraksi
Ekstraksi merupakan metode pemisahan dengan melarutkan bahan campuran dalam pelarut yang sesuai. Dasar metode pemisahan ini adalah kelarutan bahan dalam pelarut tertentu.

7. Kromatografi
Kromatografi adalah cara pemisahan berdasarkan perbedaan kecepatan perambatan pelarut pada suatu lapisan zat tertentu. Dasar pemisahan metode ini adalah kelarutan dalam pelarut tertentu, daya absorbsi oleh bahan penyerap, dan volatilitas (daya penguapan). Contoh proses kromatografi sederhana adalah kromatografi kertas untuk memisahkan tinta.


Bonus Tebak Tebakan :

Cari susah susah, sekali dapat langsung dibuang ?
Upil




Sunday, 3 April 2016

Kali ini kita akan membahas tentang Lima Fungsi pada Jaringan Epidermis di Tumbuhan. Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.

Lima Fungsi pada Jaringan Epidermis di Tumbuhan

1. Sebagai Pelindung Semua Organ Tumbuhan
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, fungsi jaringan epidermis yang paling utama adalah sebagai jaringan pelindung semua organ tumbuhan, mulai dari batang, daun, akar, atau buah dari segala kondisi dan pengaruh lingkungan luar. Sel-sel yang tersusun dengan deretan yang rapi pada jaringan epidermis memungkinkan organ bagian dalam tubuh tumbuhan terlindungi dari perubahan suhu udara, kelembaban, infeksi patogen secara langsung, dan sebagainya. Oleh karena itu, jaringan epidermis umumnya memiliki ciri teksturnya lebih keras dibandingkan jaringan lainnya, dilengkapi sel kipas, bulu akar, dan spina (duri).

2. Membatasi Penguapan pada Tumbuhan
Fungsi jaringan epidermis selanjutnya adalah sebagai jaringan pengatur proses transpirasi atau penguapan air dari tumbuhan. Fungsi ini dilakukan oleh stomata yang menjadi salah satu bagian dari jaringan epidermis selain trikomata. Saat suhu udara tinggi, stomata pada jaringan epidermis akan menutup dengan rapat agar laju transpirasi tanaman dapat dibatasi, sedangkan saat suhu udara rendah, stomata akan membuka dengan sangat lebar agar sebagian air dapat terbuang ke udara dan tidak membeku di dalam jaringan tumbuhan. Kadangkali stomata juga menjadi jalan sekresi air dari dalam tumbuhan melalui proses gutasi.

3. Penyimpanan Cadangan Air
Sel-sel pada jaringan epidermis memiliki protoplasma yang pipih dan besar. Hal ini menjadikan ia sebagai salah satu tempat penyimpanan cadangan air bagi tumbuhan. saat musim kemarau tiba dan kadar air tanah sudah tidak mencukupi, air-air yang tersimpan di dalam protoplasma jaringan epidermis akan diambil dan diangkut ke daun untuk diproses melalui fotosintesis.




4. Penyerapan Zat Air Dan Unsur Hara
Jaringan epidermis yang terletak di akar juga berfungsi sebagai penyerap air dan unsur hara dari dalam tanah. Fungsi jaringan epidermis yang satu ini dilakukan terutama oleh trikomata yang termodifikasi menjadi bulu akar.

5. Difusi Oksigen dan Karbondioksida
Fungsi jaringan epidermis yang terakhir adalah sebagai tempat proses difusi oksigen dan karbondioksida saat tumbuhan melakukan respirasi dan sekresi hasil fotosintesis. Fungsi ini umumnya hanya terjadi pada daun dengan stomata sebagai organ pelaksananya. Dewasa ini, stomata pada daun yang dapat melakukan difusi sering dimanfaatkan petani untuk mengaplikasikan pupuk daun pada tanaman mereka. Unsur hara yang diberikan melalui daun akan terserap sempurna melalui difusi yang dilakukan oleh stomata ini.

Bonus Tebak Tebakan :

Kalau dipukul yang mukul malah kesakitan?
Nyamuk yang lagi nempel di hidung!