Friday, 9 February 2018

Kali ini kita akan membahas tentang Sejarah Penemuan Virus. Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.

Sejarah Penemuan Virus

Sebelum mempelajari sejarah penemuan virus. Apa itu Virus ? Virus adalah agen infeksius kecil yang hanya bereplikasi di dalam sel hidup organisme lain. Virus dapat menginfeksi semua jenis bentuk kehidupan, dari hewan dan tumbuhan hingga mikroorganisme, termasuk bakteri dan archaea.

Sejak artikel Dmitri Ivanovsky tahun 1892 yang menggambarkan patogen non-bakteri yang menginfeksi tanaman tembakau, dan penemuan virus mosaik tembakau oleh Martinus Beijerinck pada tahun 1898, sekitar 5.000 spesies virus telah dijelaskan secara rinci, walaupun ada jutaan jenis. Virus ditemukan di hampir setiap ekosistem di Bumi dan merupakan jenis entitas biologis yang paling melimpah. Studi tentang virus dikenal sebagai virologi, sub-spesialisasi mikrobiologi.


SEJARAH PENEMUAN VIRUS

Sejarah penemuan virus oleh ilmuwan yang bernama Adolf Meyer dari kebangsaan Jerman pada tahun 1883. Ia melakukan penelitian pada tanaman tembakau. Di tembakau tersebut ia menemukan sesuatu yang tidak normal. Dan beruntungnya pada tahun 1632 telah ditemukannya mikroskop untuk meneliti objek objek micro oleh seorang ilmuan berkembangsaan Belanda, Antony van Leewenhoek. Setelah di teliti daun tersebut berwarna hijau kekuning-kuningan dan ternyata terdapat cairan atau lendir pada tanaman bakau tersebut.
Image result for virus

Daun yang mengalami hal demikian menderita penyakit mosaik. Penyakit ini disebabkan oleh mikroorganisme yang sekarang kita sebut dengan virus. Penyakit mosaik tersebut menyebabkan bercak - bercak pada daun tembakau sehingga memperlambat pertumbuhan tanaman tersebut, oleh karena itu disebut "mosaik". Adolf Mayer berhasil memindahkan penyakit tersebut dari tanaman yang sakit ke tanaman lain yang masih sehat dengan menyemprotkan getah yang diekstraksi dari daun tanaman sakit ke tanaman sehat. Dan ternyata tanaman yang sehat itu pun kemudian menjadi sakit. Melalui pengamatan di mikroskop, Mayer tidak dapat melihat bentuk bakteri yang menjadi penyebab penyakit tersebut. Mayer menduga bahwa penyakit mosaik tersebut disebabkan oleh bakteri yang lebih kecil dari biasanya, dan tidak dapat diamati dengan mikroskop biasa.

Image result for virusDan sembilan tahun kemudian, pada tahun 1892 seorang ilmuan berkebangsaan Rusia, Dimitri Ivanowsky melakukan percobaan menyaring getah tanaman tembakau berpenyakit dengan saringan yang dideasin khuus untuk menyaring bakteri. Kemudian hasil saringan itu ditularkan pada tanaman sehat. Ternyata, filtrat masih menimbulkan penyakit mosaik pada tembakau sehat. Sepert halna Mayer, Ivanowsky mengambil kesimpulan dalam penelitiannya bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri patogenik yang sangat kecil atau bakteri penghasil toksin yang dapat melewati saringan.

Selanjutnya, pada tahun tahun 1897, M. Beijerinck, seorang ahli mikrobiologi berkebangsaan Belanda, beliau menemukan fakta bahwa mikro organisme yang menyerang tembakau tersebut dapat melakukan reproduksi dan tidak dapat dibiakkan pada medium untuk bakteri. Fakta lainnya adalah apabila mikroorganisme tersebut dimasukkan ke dalam alkohol, ia tidak mati. Tetapi pada waktu itu M. Beijerinck belum berhasil menemukan struktur dan spesies mokroorganisme tersebut.

Seorang ilmuan Amerika, pada tahun 1935 Wendell Stanleika berhasil mengkristalkan partikel penyebab penyakit bintik kuning yang menyerang tembakau. Partikel mikroskopis ini kemudian diberi nama Tobacco Mosaic Virus (TMV). Sejak saat itu, penelitian lebih dalam terkait keberadaan virus semakin banyak dilakukan. Para ilmuan berlomba-lomba mengidentifikasi keberadaan virus dalam cabang ilmu virologi untuk menemukan hal-hal baru yang belum pernah ada dalam sejarah penemuan virus sebelumnya.





Monday, 29 January 2018

Kali ini kita akan membahas tentang Pengertian, Rumus, Jenis, dan Contoh Getaran. Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.

Pengertian, Rumus, Jenis, dan Contoh Getaran

Definisi Getaran

Getaran adalah gerak bolak balik suatu benda secara teratur melalui titik kesetimbangan. Jadi simplenya jika suatu benda bergerak bolak balik secara teratur melalui titik kesetimbangan itu disebut getaran. Bagaimana kita bisa bersuara ? Itu karena pita suara kita bergetar.




Perhatikan Gambar di atas. Ketika bandul ditarik ke arah titik A kemudian dilepaskan, bandul akan bergerak bolak balik secara teratur melalui titik kesetimbangan. Gerakan bandul A-B-C-B-A merupakan satu getaran penuh. Dan A-B-C adalah setengah getaran penuh.

Bandul yang bergetar memiliki simpangan. Simpangan adalah jarak terdekat yang ditempuh benda bergetar dari titik kesetimbangan. Simpangan terjauh ketika bandul bergetar dinamakan dengan amplitudo. Amplitudo disimbolkan A dengan satuan meter. Sebuah bandul juga memiliki periode dan frekuensi. Apa itu periode dan frekuensi ? Ayo kita bahas satu persatu


1. Periode Getaran (T)

Periode adalah waktu yang diperlukan untuk melakukan satu getaran.Periode disimbolkan dengan t besar atau T. Periode memiliki satuan sekon. Periode jika dituliskan dalam bentuk persamaan seperti berikut :

T = t/n

Keterangan :

T = Periode

t  = Waktu

n = Banyaknya Getaran

2. Frekuensi (f)

Frekuensi adalah jumlah getaran yang terjadi dalam satu sekon. Frekuensi disimbolkan dengan huruf f. Frekuensi memiliki satuan hertz (Hz). Makna dari herzt adalah getaran setiap sekon. Frekuensi jika dituliskan dalam bentuk persamaan seperti berikut :

f = n/t atau T = 1/f

Keterangan :

T = Periode

f = Frekuensi

Jenis Getaran

Jenis getaran ada dua yaitu :

  1. Getaran bebas terjadi bila ada sistem mekanis dimulai dengan gaya awal, lalu dibiarkan bergetar secara bebas. Contoh getaran seperti ini adalah memukul garpu tala dan membiarkannya bergetar, atau bandul yang ditarik dari keadaan setimbang lalu dilepaskan.
  2. Getaran paksa terjadi bila gaya bolak-balik atau gerakan diterapkan pada sistem mekanis. Contohnya adalah getaran gedung pada saat gempa bumi.


Contoh Getaran


  1. getaran pada bandul jam
  2. getaran handphone
  3. getaran senar gitar
  4. getaran ujung penggaris
  5. memukul garpu tala dan membiarkannya bergetar
  6. bandul yang ditarik dari keadaan setimbang lalu dilepaskan.
  7. pita suara yang bergetar




Monday, 22 January 2018

Kali ini kita akan membahas tentang Pengertian Sel Haploid dan Diploid beserta Perbedaannya. Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.

Pengertian Sel Haploid dan Diploid beserta Perbedaannya

Kali ini saya akan membahas tentang pengertian  Sel Haploid dan Diploid, definisi  Sel Haploid dan Diploid, apa itu  Sel Haploid dan Diploid?, Sel Haploid dan Diploid adalah. Langsung aja lihat penjelasan di bawah ini semoga bermanfaat bagi kita semua ya amin...

A. Pengertian Sel Haploid dan Diploid

1. Pengertian Sel Haploid

Sel haploid merupakan sel yang hanya berisi satu set lengkap kromosom. Jenis yang paling umum ditemui dari sel haploid adalah gamet ataupun sel kelamin. Sel haploid dihasilkan oleh meiosis. Sel-sel kelamin (gamet) selalu haploid akibat proses meiosis (pembelahan reduksi) yang mendahului pembentukannya. Individu haploid dapat ditemukan di alam, biasanya karena dihasilkan dari partenogenesis, seperti pada beberapa kutu air dan juga lebah pekerja.

Tumbuhan haploid sangat sulit ditemukan. Individu haploid biasanya tidak mampu bereproduksi secara normal, mandul, atau hanya secara vegetatif. Individu haploid dapat dibuat dengan melakukan kultur jaringan dari sel-sel gamet. Individu ini biasanya juga mandul. Aplikasi zat tertentu, biasanya kolkisin, dapat menggandakan jumlah genom dan menghasilkan individu dengan jumlah genom normal (atau dikenal sebagai haploid ganda atau doubled-haploid) sehingga mampu bereproduksi seperti biasa.

2. Pengertian Sel Diploid

Diploid adalah sebutan untuk sel atau individu yang memiliki sel dengan dua bbuah set genom. Setiap genom dalam sel berpasangan dengan homolognya berdasarkan ukuran panjang kromosom. Sel diploid terbentuk dari fertilisasi sel-sel gamet yang haploid. Sel-sel gamet haploid melebur sehingga kromosom-kromosom bercampur dalam satu sel dan terbentuklah sel diploid. Dalam reproduksi seksual gamet-gamet menghasilkan keturunan yang membawa sifat genetik dari peleburan gamet-gamet tersebut (umumnya dikenal sebagai gamet jantan dan gamet betina). Jumlah kromosom sel haploid disingkat (n), sedangkan diploid (2n) karena merupakan kelipatan jumlah set kromosom dasar atau disebut dengan poliploid yang euploid.

Image result for diploid dan haploid

Sel-sel yang diploid dapat membelah menjadi sel-sel diploid lainnya melalui proses mitosis dan membentuk struktur somatik. Hal ini dapat terjadi karena kromosom bereplikasi sebelum sel membelah. Melalui mitosis sel akan mempertahankan jumlah set kromosomnya sehingga sel yang baru terbentuk memiliki jumlah kromosom yang sama dengan kromosom sel asalnya. Sel diploid dapat menghasilkan sel yang haploid dengan proses meiosis untuk membentuk sel gamet. Peristiwa ini terus terjadi melalui proses reproduksi dan fertilisasi hingga membentuk suatu siklus yang berkelanjutan jika individu terus tumbuh dan berkembang biak.

B. Perbedaan Sel Haploid dan Diploid

Perbedaan utama antara sel-sel haploid dan diploid terletak pada jumlah set kromosom yang ditemukan di inti. Ploidi adalah bidang biologi yang mengacu pada jumlah kromosom dalam sel.

Image result for diploid dan haploid
Oleh karena itu, sel-sel dengan dua set yang diploid, dan orang-orang dengan satu set yang haploid. Dalam organisme diploid, sama halnya dengan manusia, sel-sel haploid hanya digunakan untuk sel kelamin untuk reproduksi, sedangkan sisanya dari sel-sel yang diploid.

Perbedaan lain antara sel-sel haploid dan diploid adalah bagaimana mereka berkembang biak. Sel haploid direproduksi menggunakan meiosis, sementara tetangga sel-sel diploid melalui mitosis. Kebanyakan mamalia adalah organisme diploid, dan sel-sel somatik mereka biasanya akan diploid dan sel gamet mereka akan haploid.





Thursday, 18 January 2018

Kali ini kita akan membahas tentang 5 Contoh Gelombang Mekanik. Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.

5 Contoh Gelombang Mekanik



Kali ini kita akan membahas yang berhubungan tentang gelombang lagi. Cek :
1. Pengertian dan jenis-jenis gelombang
2. Pengertian Getaran, Jenis Getaran, dan Ciri Ciri Getaran

Sekarang kita akan membahas tentang contoh-contoh gelombang mekanik. Gelombang Mekanik adalah Gelombang yang rambatannya membutuhkan sebuah medium. Gelombang mekanik maupun elektromagnetik sangat berguna bagi kehidupan manusia. Jika tidak ada kedua gelombang tersebut mungkin tidak ada namanya radia dan televisi. Jadi  sekarang kita akan membahas apa saja contoh gelombang mekanik.

Image result for maenan kalenggelombang

  1. Gelombang air, 
  2. Gelombang bunyi, 
  3. Gelombang tali,
  4. Gelombang Tegangan, dan
  5. Gelombang pada slinki.

Gelombang air, gelombang bunyi, gelombang tali, gelombang tegangan, dan gelombang pada slinki merupakan contoh'' gelombang mekanik. Gelombang-gelombang ini memerlukan medium untuk dapat merambatkan gelombang. Air, udara, tali, slinki adalah medium yang digunakan untuk merambatkan gelombang air, gelombang bunyi, gelombang tali, dan gelombang pada slinki. Gelombang-gelombang ini ditimbulkan oleh adanya getaran mekanik.

Oleh sebab itu, gelombang-gelombang tersebut dikelompokkan ke dalam gelombang mekanik. Umumnya, gelombang mekanik seperti contoh tersebut dapat diamati dengan mata telanjang. Jadi dapat disimpulkan bahwa pengertian gelombang mekanik adalah gelombang yang dalam perambatannya memerlukan medium.




Thursday, 14 September 2017

Kali ini kita akan membahas tentang Elastisitas Permintaan. Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.

Elastisitas Permintaan

Definisi Elastisitas

Elastisitas adalah pengaruh perubahan harga terhadap jumlah barang yang dapat diminta atau yang ditawarkan. Dengan kata lain elastisitas adalah tingkat kepekaan (perubahan) suatu gejala ekonomi terhadap perubahan gejala ekonomi yang lain. Elastisitas permintaan mengukur seberapa besar kepekaan perubahan jumlah permintaan barang terhadap perubahan harga. Ketika harga sebuah barang turun, jumlah permintaan terhadap barang tersebut biasanya naik semakin rendah harganya, semakin banyak benda itu akan dibeli.


Image result for elastisitas


Elastisitas permintaan ditunjukan dengan rasio persen perubahan jumlah permintaan dan persen perubahan harga. Ketika elastisitas permintaan suatu barang menunjukkan nilai lebih dari 1, maka permintaan terhadap barang tersebut dikatakan elastis di mana besarnya jumlah barang yang diminta sangat dipengaruhi oleh besar-kecilnya harga.


Jenis-jenis Elastisitas

Elastisitas dibagi menjadi tiga jenis yaitu :

a. Elastisitas harga (price elasticity) yaitu persentase perubahan jumlah barang yang diminta atau yang ditawarkan, yang disebabkan oleh persentase perubahan harga barang tersebut.

b. Elastisitas silang (cross elasticity) adalah persentase perubahan jumlah barang x yang diminta, yang disebabkan oleh persentase perubahan harga barang lain (y).


c. Elastisitas pendapatan (income elasticity) yaitu persentase perubahan permintaan akan suatu barang yang diakibatkan oleh persentase perubahan pendapatan (income) riil konsumen.






Sunday, 6 August 2017

Kali ini kita akan membahas tentang Alat Pernapasan Burung (Aves) dan Mekanisme Penapasan. Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.

Alat Pernapasan Burung (Aves) dan Mekanisme Penapasan

Hampir semua burung mempunyai kemapuan terbang, tetapi ada beberapa jenis burung yang tak bisa terbang seperti burung pinguin dan burung unta. Beberapa jenis hewan misalnya burung, dapat terbang di udara dengan cara yang unik. Tubuh hewan hewan tersebut memiliki gaya angkat yang besar untuk mengimbangi gaya gravitasi. Salah satu upaya untuk memperbesar gaya angkat yaitu menggunakan sayap. Burung tebang dengan cara mengepakkan sayap. Burung mengepakkan sayapnya dari atas ke bawah untuk menimbulkan gerakan mengangkat dan mendorong tubuhnya di udara. Prinsip cara terbang burung tersebut diterapkan pada pesawat terbang, khususnya pada pesawat terbang bersayap bentuk airfoil.


Sayap burung memiliki susunan kerangka ringan, tulang dada kuat dan otot yang kuat. Bentuk sayap airfoil membuat udara mengalir pada bagian atas sayap lebih cepat daripada bagian bawah. Dorongan ke bawah tersebut akan menghasilkan gaya yang berlawanan arah sehinggan burung akan terangkat ke atas.

Alat pernapasan burung ada 4, yaitu :

1. Lubang hidung
Lubang hidung dibagi 2 yaitu lubang hidung luar dan dalam. Lubang hidung luar terdapat di pangkal paruh sebelah atas dan berjumlah sepasang. Sedangkan lubang hidung dalam berada di langit-langit rongga mulut.

2. Trakea
Trakea tersusun atas tulang rawan yang berbentuk lingkaran. Trakea ini bercabang menjadi bronkus kanan dan kiri. Bronkus ini kemudian akan menghubungkan siring dan paru-paru. Siring mempunyai selaput yang akan bergetar dan menghasilkan bunyi jika ada udara yang lewat.

3. Paru-paru
Paru-paru berada sepasang dan menempel di dinding dada bagian dalam. Paru-paru di burung dibungkus dengan selaput paru-paru (pleura) dan berhubungan dengan kantong udara. Paru-paru burung tidak memiliki alveoli dan sebagai gantinya adalah pembuluh udara yang disebut parabronki. Saluran udara di parabronki bercabang-cabang  berupa pembuluh kapiler udara yang letaknya berdampingan dengan kapiler darah.


4. Kantung Udara
Pada burung terdapat kantong udara. kantong udara pada burung berjumlah 9, antara lain:

  • 1 buah kantong udara di antara tulang selangka2 buah kantong udara di leher
  • 2 buah kantong udara di leher
  • 2 buah kantong udara di perut
  • 2 buah kantong udara di dada belakang
  • 2 buah kantong udara di dada depan2 buah kantong udara di perut

Fungsi  kantong udara antara lain:

  • Untuk bernapas saat terbang
  • Membantu memperkeras suara karena dapat memperbesar ruang siring
  • Mencegah kedinginan dengan menyelubungi alat-alat dalam dengan rongga udara
  • Mengurangi panas badan agar tidak banyak yang hilang
  • Pada saat berenang, dapat memperbesar dan memperkecil berat jenis tubuhnya
MEKANISME PERNAPASAN

 Burung bernapas ada dua cara, yaitu pada waktu terbang dan pada waktu istirahat.

Pada saat terbang, burung tidak bisa menggunakan rongga dada untuk melakukan penarikan dan pengeluaran napas karena tulang dada dan tulang rusuk adalah tempat perlekatan otot-otot untuk terbang. Pernapasan dilakukan dengan menggunakan cadangan udara di dalam kantung udara.

Pada waktu terbang melayang tanpa mengepakkan sayap, udara dihisap masuk ke dalam paru-paru lalu disalurkan menuju ke kantong udara yang merupakan tempat penyimpanan udara. Selama terbang dengan mengepakkan sayap, pernapasan burung terutama menggunakan cadangan udara di dalam kantong udara. Pada saat sayap yang diangkat ke atas, kantong udara di ketiak akan mengembang sehingga udara dapat masuk. Apabila sayap diturunkan, kantong udara di ketiak akan terjepit, sedangkan kantong udara antarkorakoid akan mengembang sehingga udara keluar. Pertukaran oksigen oleh darah hanya terjadi di paru-paru saja. Dengan cara ini maka darah dapat mengambil oksigen sebanyak-banyaknya, sehingga burung dapat memenuhi kebutuhan oksigennya saat terbang.

Image result for mekanisme pernapasan burung

Pengambilan udara saat burung istirahat dibagi menjadi beberapa fase, yaitu. Fase inspirasi (penarikan napas) yang diawali dengan pergerakan tulang rusuk ke depan sehingga memperbesar rongga dada dan paru-paru menjadi mengembang. Hal ini menyebabkan udara bisa masuk ke paru-paru. Sebagian udara yang kaya oksigen ini akan diambil oleh paru-paru dan sebagian lagi dialirkan ke kantung udara belakang. Udara yang miskin oksigen akan masuk ke kantung udara depan. Fase ekspirasi (pengeluaran napas) terjadi saat pengecilan rongga dada yang diikuti dengan mengecilnya paru-paru, sehingga udara di dalam kantung udara akan dikeluarkan melalui paru-paru