Proes pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan dimulai dari biji. Biji membutuhkan air dan oksigen untuk memulai proses tersebut. Biji menyerap air sehingga sel selnya membesar. Oksigen digunakan untuk memecah makanan cadangan dalam biji untuk menghasilkan energi.
Akar tumbuh dan kelar dengan memecah kulit biji kemudian diikuti tumbuhnya batang dan daun pertama. Tumbuhan mengalami pertumbuhan yang ditandai dengan pertambahan panjang akar, pertambahan tinggi batang, serta pertambahan luas daun. Pada perkembangan selanjutnya, akar menyerap mineral dari tanah dan mulailah proses fotosintesis dengan bantuan sinar matahari. Hal ini menunjukan adanya pertumbuhan dan perkembangan
A. Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan
1. Apakah Pertumbuhan itu?
Pertumbuhan:
proses pertambahan ukuran (volume, massa, tinggi,
atau panjang) yang permanen dan bersifat tidak balik
(irreversible).
Proses ini bersifat kuantitatif artinya dapat dinyatakan
dengan satuan bilangan.
Contoh:
Tinggi
tanaman
10 cm
Biji
Kecambah
Tanaman muda.
2. Apakah Perkembangan Itu?
Perkembangan:
proses menuju kedewasaan pada makhluk hidup atau
terspesialisasinya sel-sel menuju ke struktur dan fungsi
tertentu
Proses ini bersifat kualitatif artinya tidak dapat dinyatakan
dengan bilangan.
Contoh:
tumbuhan dikatakan sudah dewasa
apabila telah mampu berbunga.
B. Faktor Luar
1. Nutrisi
Tumbuhan memerlukan unsur mineral dengan jumlah tertentu. Unsur yang
diperlukan dalam jumlah banyak disebut unsur makro, sedangkan unsur yang
diperlukan dalam jumlah sedikit disebut unsur mikro.
2. Cahaya
Cahaya mutlak diperlukan oleh semua tumbuhan hijau untuk melakukan fotosintesis,
tetapi pengaruhnya terhadap pertumbuhan perkecambahan tumbuhan adalah
menghambat, karena cahaya dapat menyebabkan terurainya auxin sehingga
dapat menghambat pertumbuhan. Hal ini dapat dibuktikan apabila kita
meletakkan dua kecambah, yang satu di tempat gelap dan yang lain di
tempat terang. Dalam jangka waktu yang sama, kecambah di tempat gelap
tumbuh lebih cepat tetapi tidak normal. Pertumbuhan yang amat cepat di
dalam gelap ini disebut etiolasi.
3. Suhu
Secara umum, suhu akan berpengaruh terhadap kerja enzim. Bila suhu
terlalu tinggi, enzim akan rusak, dan bila suhu terlalu rendah enzim
menjadi tidak aktif.
4. Kelembaban atau kadar air
Sampai pada batas-batas tertentu, makin tinggi kadar air, pertumbuhan
akan makin cepat. Karena lebih banyak kadar air yang diserap dan lebih
sedikit yang diuapkan, akan menyebabkan pembentangan sel-sel, dengan
demikian sel-sel lebih cepat mencapai ukuran maksimalnya.
C. Faktor Dalam
1. Kalin: Kalin adalah hormon yang merangsang pembentukan organ tubuh. Berdasarkan organ yang dibentuknya, kalin dibedakan atas:
a. Kaulokalin : merangsang pembentukan batang
b. Rhyzokalin : merangsang pembentukan akar. Sekarang telah diketahui bahwa rhyzokalin identik dengan vitamin B1 (thiamin)
c. Filokalin : merangsang pembentukan daun
d. Antokalin : merangsang pembentukan bunga
2. Sitokinin : Hormon tumbuhan ini mempengaruhi pertumbuhan, pengaturan pembelahan sel,
dan pemanjangan sel. Konsentrasi sitokinin dan auksin yang seimbang
merupakan hal yang sangat penting dalam pertumbuhan tanaman. Sitokinin
sendiri tampaknya mempunyai peranan dalam memperpanjang usia jaringan.
3. Asam Absisat (= dormin) : Asam absisat ditemukan
pada umbi-umbian dan biji-biji yang dorman, beberapa jenis buah-buahan,
daun, dan jaringan tumbuhan lain. Secara fungsi asam absisat adalah
mempercepat penuaan daun, merangsang pengguguran daun, dan memperpanjang
masa dormansi (menghambat perkecambahan biji).
4. Gas etilen : Buah yang sudah tua menghasilkan gas
etilen yang dianggap sebagai hormon yang dapat mempercepat pemasakan
buah yang masih mentah. Gas etilen meningkatkan respirasi sehingga buah yang asalnya keras dan masam, menjadi empuk dan berasa manis.
5. Asam traumalin : Batang atau akar tumbuhan
dapat mengalami luka. Tumbuhan memiliki kemampuan untuk memperbaiki
bagian yang luka, disebut daya restitusi atau regenerasi. Peristiwa ini
terjadi dengan bantuan hormon luka atau kambium luka atau asam
traumalin. Lukaluka yang terjadi dapat tertutup kembali dengan membentuk
jaringan kalus dan jaringan yang rusak dapat diganti dengan yang baru.
Bahkan dari luka pada bagian tertentu dari tubuh tumbuhan dapat tumbuh
tunas baru.
6. Auksin : Auksin dibentuk oleh ujung batang dan
ujung akar. Auksin yang dihasilkan oleh ujung batang akan mendominasi
pertumbuhan batang utama, sehingga pertumbuhan cabang relatif sedikit.
Keadaan ini dikenal dengan istilah dominansi apikal (apical dominance).
Dengan memotong ujung batang, dominansi apikal akan hilang, sehingga
pertumbuhan cabang-cabang batang berjalan dengan baik. Auksin dapat
terurai bila terkena cahaya. Bila suatu koleoptil dikenai cahaya dari
samping, maka bagian koleoptil yang terkena cahaya auksinnya akan
terurai sehingga pertumbuhannya lebih lambat daripada bagian koleoptil
yang tidak terkena cahaya. Akibatnya koleoptil akan tumbuh membelok ke
arah datangnya sinar.
7. Giberelin : Hormon ini berfungsi mengatur
pemanjangan batang (ruas batang), juga pertumbuhan pucuk dan pembentukan
buah. Secara umum fungsi giberelin adalah untuk merangsang pertumbuhan
meraksasa dan terbentuknya buah tanpa biji (partenokarpi).
D. Pertumbuhan primer dan sekunder pada tumbuhan
1. Pertumbuhan Primer
Pertumbuhan primer terjadi pada jaringan meristem embrio dalam biji. Pertumbuhan primer juga terjadi di ujung akar dan ujung batang yang mengakibatkan akar dan batang bertambah panjang dan tinggi.
2. Pertumbuhan Sekunder
Pertumbuhan sekunder terjadi pada jaringan kambium. Pertambahan sekunder mengakibatkan diametr batang bertambah besar.
Ada juga artikel yang hampir sama :
Pertumbuhan dan Perkembangan pada manusia
Pertumbuhan dan Perkembangan pada hewan
Bonus Pantun :
Jalan-jalan ke rawa-rawa,
Jika capai duduk di pohon palm,
Geli hati menahan tawa,
Melihat katak memakai helm